Tampilkan postingan dengan label Islamic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamic. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2011

Jangan Abaikan Kitab Kuning!

Salah satu sumbangan pemikiran intelektual Islam adalah diaktualisasikan lewat beberapa kitab-kitab klasik, kalau dalam dunia pesantren disebut juga dengan kitab kuning, baik dalam masalah fiqih, tafsir, ahlak, tasyawuf yang bertujuan untuk memberikan dan memperkaya kazanah keilmuan Islam. Kitab-kitab kuning banyak dikarang oleh ulama-ulama yang handal dan diakuai akan eksistensi keilmuanya, di antaranya ulama-ulama mazhab yang pemikiranya memberikan khazanah kilmuan dalam bidag hukum (fiqih madzhab). Dengan adanya kitab kitab-kitab yang di karang oleh beberapa ulama mazhab kita akan mengetahui bagaiman di anatara mereka saling berargumentasi dalam masalah hukum, sehingga hal ini dimungkinkan adanya perbedaan suatu pendapat karena jalan pemikiran dan jalan istimbath hukum mereka berbeda-beda, akan tetapi perbedaa pendapat dalam kalangan ulama mazhab hanya sebatas pada ruang lingkup furu’iyah dalm artian pembahasan belum ditetapkan secara pasti dalam al-Qur'an dan hadits, walupun sudah ditetapkan dalam al-Qur’an dan hadis akan tetapi penunjukan maksud dan maknanya kurang jelas (musyabihat) perlu adanya penafsiran ulang secara matang dan inten. Oleh karena itu, pemahaman dan pemikiran ulama-ulama mazhab atau mufassirin tersebut tentang ayat musyabihat berbeda-beda, sehingga muncul hukum dan pemahan yang berbeda-berbeda pula. Ada juga ulama yang mengarang kitab akidah, ahlak, tasyawuf, semua itu adalah semata-mata untuk memberikan pengetuan yang mendalam bagi para penerus perjuangan Islam nantinya.


Dengan adanya kitab-kitab kuning, kita bisa mengetahui banyak hal, guna untuk mengkajian lebih dalam wacana dan keilmuan Islam, karena pada dasarnya semua bidang yang menyangkut hukum Islam sudak termuat dalam berbagai kitab-kitab kuning yang dikarang oleh ulama-ulama terdahulu, kita hanya tinggal menelaah dan mengkaji di antara kitab-kitab tersebut dan mengambil pendapat yang paling sahih yang tentunya relevan dengan konteks saat ini. Oleh sebab itu pesantren sebagai basis genarasi intelektual Islam selalu mengkaji kitab-kitab kuning sebagai rujukan utama dalam menaggapi masalah hukum Islam, oleh karenanya santri-santri yang berdomisili di pesantren diwajibkan mampu membaca serta memahami kitab-kitab kuning sebagai landasan awal untuk memahami sebuah kehidupan yang syarat akan suatu hukum baik masalah ubudiyah maupun muamalah. Tentunya para santri tidak akan bisa memahami sebuah filosofi dan penafsiran hukum apabila mereka tidak mengacu pada kitab-kitab kuning yang telah dikembangkan oleh beberapa ulama pada abad terdahulu, karena di dalam kitab kuning banyak nilai dan muatan-muatan keilmuan yang sanggat beragam. Di samping itu juga kitab kuning merupkaan salah satu sumber inspirasi akan adanya ijtihad yang baru dalam menentukan dan menghadapi fenomena hukum dan sosial yang berkembang pada masyarakat saat ini. Mungkin dari sisnilah kitab-kitab kuning merupakan salah satu warisan kekayaan intelektual Islam pada abad terdahulu, sedangkan tugas kita (para santri) adalah mengkaji, memahami, serta mengembangkan apa yang telah ditanamkan pada dirinya dan mampu mengaktualisasikan lewat tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran yang baru.

Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=1572443287346
Image and video hosting by TinyPic

Jumat, 02 Desember 2011

10 Masjid Termegah Di Dunia

Masjid atau mesjid adalah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan – kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur’an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.

Berikut 10 Masjid termegah di dunia :

1. Al-Masjid al-Harām (Mekkah - Saudi Arabia)

Al-Masjid al-Harām atau Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang ditengah-tengahnya terdapat bangunan Ka’bah. Merupakan tempat tersuci yang ada di dunia bagi umat Islam. Setiap tahunnya berjuta – juta muslim dari seluruh penjuru dunia berdatangan terutama untuk melaksanakan rukun islam yang ke 5, haji. Masjid ini adalah kiblat sholat. Jadi, jika di masjid – masjid yang lain semua berbaris menghadap ke satu arah yaitu ke kiblat, lain halnya dengan di Masjidil Haram. Orang – orang yang sholat di sini tinggal mengelilingi ka’bah, maka itulah kiblatnya. Masjid besar ini memiliki 9 menara dan telah mengalami banyak renovasi dan ekstensi yang dilakukan oleh otoritas masjid selama bertahun-tahun. Karena kemegahan dan nilai keagamaan yang begitu kuat, masjid ini layak untuk menjadi yang nomer 1.

2. Al-Masjid An-Nabawi (Madinah - Saudi Arabia)

Masjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad saw. dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah saw., setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah saw. tiba di Madinah, yalah di tempat unta tunggangan Nabi saw. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah saw. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau.

Setelah itu berkali-kali masjid ini direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab di tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan di tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 m² di tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd di tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 m², ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jemaah.

3. Masjid Hassan II (Casablanca - Marocco)

Masjid Hassan II merupakan nama masjid yang terletak di Casablanca, Maroko. Masjid ini mulai dibangun tahun 1980, didesain oleh arsitek berkebangsaan Perancis Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues. Masjid ini disebut-sebut sebagai yang terbesar kedua di dunia setelah Masjidil Haram di Kota Mekkah. Masjid ini memiliki minaret yang paling tinggi di dunia dengan ketinggian 210 meter (689 kaki) dan memiliki kapasitas 25.000 orang.

Setiap malam, di puncak menara dilengkapi dengan sinar laser yang mengarah ke Makkah. Masjid Hasan II ini juga dilengkapi dengan sentuhan modern seperti Kubah yang bisa bergerak, pemanas lantai, anti gempa bumi, pintu elektrik. Interior yang mempercantik Masjid Hasan II secara khusus dirancang dan dibangun atas permintaan Raja Hasan II.

"Aku ingin membangun masjid ini di atas air, sebab singgasana Tuhan berada di atas air. Sehingga orang yang beriman akan mendatanginya untuk sembahyang dan memuji Sang Pencipta sembari merenungkan langit dan lautan yang diciptakan-Nya," titah Raja Hasan II.

4. Masjid Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan (Dubai - United Arab Emirates)

Dubai telah dikenal selama beberapa waktu sebagai kota besar yang penuh dengan gedung pencakar langit yang mengagumkan menyaingi gedung pencakar langit yang paling memukau di dunia. Masjid Agung yang terkenal disini bernama Masjid Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan, sebuah bangunan megah berkubah 82 dibangun di Abu Dhabi oleh ayah dari UEA sendiri, dan kubah utama masjid dibuka pada tahun 2007. Masjid ini berdiameter 32,8 meter dengan ketinggian 85 meter, sehingga menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia. Ruang sholat utama memegang rekor dunia dua, satu untuk menampilkan karpet buatan tangan terbesar di dunia dan yang lainnya untuk memiliki lampu terbesar di dunia. Sheikh Zayed meninggal pada tahun 2004 dan makam nya di halaman masjid. Lihatlah gambar di atas, dan katakan bagian mana yang tidak mengagumkan dari masjid ini?

5. Masjid Imam (Isfahan - Iran)

Shah Abbas I dipuji sebagai penguasa terbesar dari dinasti Safawi. Selama era kekuasaannya, ibukota Kekaisaran Persia dipindahkan ke Isfahan. Naqsh-e Jahan Square yang megah dibangun dan façade selatan alun-alun yang tak diragukan lagi memiliki pandangan yang luar biasa indahnya.

Dari gerbang utama, masjid terhubung melalui sebuah gang yang membentuk sebuah altar yang indah. Masjid ini dikelilingi oleh empat iwans masing-masing di tengah empat arcade. Para iwan menghadap kiblat, (arah ke Mekah), adalah yang terbesar dan paling mengesankan yang juga berisi ubin biru yang ditinggikan, kubah berlapis ganda. Dinding masjid yang dilapisi dengan inskripsi 7 warna mosaik dan kaligrafi yang tampaknya tanda tangan yang rumit dan menyilaukan. Sifat akustik yang luar biasa dan refleksi bawah kubah besar harus dicatat. Masjid Imam adalah arsitektur terbaik Persia.

6. Masjid Jame Asr Hassanal Bolkiah (Bandar Seri Begawan - Brunei)

Masjid Jame Asr Hassanal Bolkiah merupakan wakaf Ke Bawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Muizzadin Wadaullah, Sultan Brunei yang ke-29. Masjid ini terletak di kampung kiarong 4 km dari Bandar Seri Begawan. Mulai di bangun pada tahun 1988 di atas tanah seluas 20.

Masjid ini mulai resmi di gunakan pada malam jum’at bertepatan dengan hari ulang tahun Sultan Brunei yang ke-48, pada tanggal 15 juli 1994. Kapasitas mesjid ini dapat menampung lebih dari 5000 orang jama’ah. Masjid ini juga di lengkapi beberapa fasilitas penunjang seperti ruang perpustaka’an,ruang pentakbiran dan lain-lain.

7. Masjid Faisal (Islamabad - Pakistan)

Masjid Faisal adalah masjid terbesar di Pakistan dan terletak di ibukota nasional Islamabad. Masjid ini juga merupakan masjid terbesar di Asia selatan dan salah satu masjid terbesar di dunia. Namanya diambil dari nama Raja Faisal bin Abdul – akhir Aziz dari Arab Saudi yang telah mendukung dan membiayai pembangunan masjid ini.

Masjid Faisal ditetapkan sebagai Masjid Nasional Pakistan. Tidak seperti masjid di Asia pada umumnya, Masjid Faisal tidak memiliki kubah maupun arca. Bentuknya yang tidak biasa, terinspirasi dari tenda yang didirikan salah satu suku Arab, Bedouin. Ruang salat utama berbentuk seperti segitiga besar dan menara dibuat meruncing ke atas. Sedikit dipengaruhi oleh gaya bangunan Turki, Masjid Faisal termasuk salah satu gambaran masjid dengan desain arsitektur kontemporer.

8. Masjid Badshahi (Lahore - Pakistan)

Masjid Badshahi, yang dibangun pada tahun 1673 terletak di kawasan Asia Selatan, Lahore. Masjid megah ini mampu menampung sekitar 200.000 jama’ah di ruang shalat utama dan di serambi itu hingga kini masih berdiri kokoh dan indah.

Masjid yang berarsitektur mirip Masjid Jami di New Delhi, India, ini dijadikan UNESCO World Heritage Site sebagai salah satu tempat bersejarah di Lahore. Masjid yang memiliki arti “Masjid Kaisar” itu tidak pernah kehilangan pesonanya, menjadi salah satu obyek wisata budaya favorit bagi warga setempat, dan bagaikan magnet terus menyedot ratusan wisatawan dari berbagai negara.

9. Masjid Istiqlal (Jakarta - Indonesia)

Masjid Istiqlal adalah masjid yang terletak di pusat ibukota negara Republik Indonesia, Jakarta. Masjid ini adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Sukarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban.

Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor Majelis Ulama Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Tidak diketahui apakah umat non-Islam dapat berkunjung ke masjid ini.

10. Masjid Sultan Ahmet (Istanbul - Turkey)

Masjid Sultan Ahmed adalah sebuah masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah ( dari 1453 sampai 1923). Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Biru karena warna cat interiornya didominasi warna biru. Akan tetapi cat biru tersebut bukan merupakan bagian dari dekor asli masjid, maka cat tersebut dihilangkan. Sekarang, interior masjid ini tidak terlihat berwarna biru.

Arsitek Masjid Sultan Ahmed, Sedefhar Mehmet Aga, diberi mandat untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini. Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53 kali 51 meter. Seperti halnya di semua masjid, masjid ini diarahkan sedemikian rupa sehingga orang yang melakukan Salat menghadap ke Makkah, dengan mihrab berada di depan.

Sumber : 10 Masjid Termegah Di Dunia
Image and video hosting by TinyPic

Sabtu, 05 Maret 2011

Doa Untuk Orang Tua

Ya Allah, rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah, berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
Atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
Atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
Jadikanlah itu semua penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka
Dengan perkenan-mu, ya Allah
Sebab hanya engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah, bila magfirah-mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
Sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-mu
Di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-mu, ampunan-mu serta rahmat-mu.

Sesungguhnya engkaulah yang memiliki karunia maha agung,
Serta anugerah yang tak berakhir
Dan engkaulah yang maha pengasih di antara semua pengasih.
Image and video hosting by TinyPic

Jumat, 11 Februari 2011

Mengatasi Sendiri Serangan Jantung Mendadak

Mungkin masih segar di dalam pikiran kita. Aktor papan atas yang kini merambah menjadi anggota DPR. Ya Adhie Massaid. Dia meninggal akibat serangan jantung. Di usianya yang masih muda - 43 tahun, ia sudah terkena serangan jantung. Mungkinkah terkena serangan jantung di usia yang masih muda? Beberapa orang berspekulasi, bahwa Adjie Massaid meninggal karena di racun. Akan tetapi dokter telah menyatakan bahwa ia murni terkena serangan jantung. Di sini penulis akan memberikan beberapa tips yang mungkin berguna. yaitu pertolongan pertama pada serangan jantung.


Misalnya saat sekarang, setelah anda sibuk kerja seharian, anda sedang dalam perjalan pulang dengan mengendarai mobil sendirian. Tiba-tiba saja anda merasa sakit yang sangat di dada dan mulai menjalar ke lengan dan dagu. Akan tetapi, jarak ke Rumah Sakit terdekat kira-kira masih ada 5 Km lagi, lebih celakanya lagi, apakah anda mampu bertahan sejauh itu?

Saat sendirian, anda terkena serangan jantung. Bagaimana cara pertolongan pertamanya? Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan, ia mempunyai waktu sekitar 10 detik, setelah itu ia akan hilang kesadaran dan pingsan. Jika sekitarnya tidak ada orang yang memberikan pertolongan, penderita harus memanfaatkan 10 detik yang singkat ini untuk menolong dirinya sendiri. Bagaimanakah caranya dan apakah bisa?

JAWABANNYA :
1. Jangan Panik! Usahakan anda batuk terus menerus dengan sekuat tenaga.

2. Setiap kali sebelum batuk, tarik nafas anda dalam-dalam, kemudian batuklah dengan kuat-kuat, seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada di dalam dada.

3. Setiap selang 2 detik, tariklah nafas sekali dan batuk sekali. Lakukan hal ini hingga pertolongan tiba. Jika anda merasa denyut jantung kembali normal, anda dapat beristirahat terlebih dahulu.


Apakah tujuannya?
1. Tujuan menarik nafas adalah untuk memasukan oksigen ke dalam paru-paru sebanyak mungkin,

2. Tujuan membuat batuk adalah untuk menekan jantung, agar aliran darah bersirkulasi kembali. Menekan jantung juga dapat membantu denyut jantung kembali normal.


Pertolongan cara di atas maksudnya adalah agar penderita mempunyai waktu dan kesempatan untuk pergi ke rumah sakit. Jangan pernah anda mengira, bila anda berumur kurang dari 30 tahun anda tidak mungkin mendapat serangan jantung. Semoga info ini bermanfaat
Image and video hosting by TinyPic

Jumat, 13 November 2009

Ilmu Munasabah

Kata Munasabah secara etimologi, menurut asy-Syuthi berarti al-Musyakalah (keserupaan) dan muqarabah (kedekatan). Adapun menurut pengertian terminilogy, Munasabah dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Menurut az-zarkasyi, Munasabah adalah suatu hal yang dapat dipahami. Tatkala dihadapkan kepada akal, pasti akal itu akan menerimanya.
2. Menurut Manna’ Alqaththan, Munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat, atau antara ayat pada beberapa ayat, atau antara surah di dalam al-Qur’an.
3. Menurut Ibnu al-‘Arabi, Munasabah keterikantan ayat-ayat al-Qur’an sehingga seolah-olah merupakan satu ungkapan yang mempunyaisatu kesetuan makna dan keteraturan redaksi.

Manfaat Ilmu Munasabah
Pengetahuan antara Munasabah ini sangat bermanfaat dalam memahami keserasian antara makna, kejelasan, keterangan, keteraturan susunan kalimatnya dan keindahan gaya bahasa.

Az-Zarkasyi menyebutkan : “Manfaatnya adalah menjadikan sebagian pembicaraan berkaitan dengan sebagian lainnya, sehingga hubungan menjadi kuat, bentuk susunannya menjadi kukuh, dan bersesuaian bagian-bagiannya laksana sebuah bangunan yang amat kokoh”. Qadi Abu Bakar Ibnul al-‘Arabi menjelaskan: “Mengetahui sejauhmana hubungan antara ayat satu dengan yang lain sehingga semuanya menjadi seperti satu kata, yang maknanya serasi dan susunannya teratur merupakan ilmu besar”.

Neraca yang dipegang dalam menerangkan macam-macam Munasabah antara ayat-ayat dan surat-surat, kembali kepada derajat tamatsul, atau tasyabuh antara maudhu’-maudhu’-nya. Maka jika munasabah itu terjadi pada urusan-urusan yang bersatu dan berkaitan awal dan akhirnya, maka itulah munasabah yang dapat diterima akal dan dipahami. Tetapi jika munasabah itu dilakukan terhadap ayat-ayat yang berbeda-beda sebabnya dan urusan-urusan yang tidak ada keserasian antara satu dengan yang lainnya, maka tidaklah yang demikian itu dikatakan tanasub (bersesuaian) sama sekali.

Sangat sulit mencari munasabah antara surah dengan surah, karena jarang sekali sesuatu itu dapat sempurna dengan suatu ayat. Karenanya beriring-iringlah beberapa ayat dalam satu maudhu’ untuk ta’id, tafsir, athaf dan bayan, istisna’, hasr, hingga ayat-ayat yang beriringan-iringan itu nampaklah ayat-ayat yang satu sama lain merupakan sebanding dan bersamaan dalam satu kelompok.

Para ulama yang menekuni ilmu munasabah Al-Qur’an mengemukakan bahkan membuktikan keserasian yang dimaksud, setidak-tidaknya hubungan itu meliputi:
1. Hubungan antara satu surah dengan surah sebelumnya. Satu surah berfungsi menjelaskan surah sebelumnya, misalnya didalam surah Al-Fatihah ayat 6 disebutkan:
a. “Tunjukilah Kami jalan yang lurus !”.
b. Lalu dijelaskan dalam surah Al-Baqarah : 2, bahwa jalan yang lurus itu adalah mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sebagaimana disebutkan: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”
2. Hubungan antara nama surah dengan isi atau tujuan surah. Nama-nama surah biasanya diambil dari suatu masalah pokok didalam satu surah, misalnya surah An-Nisa’ (perempuan) karena didalamnya banyak menceritakan tentang persoalan perempuan.
3. Hubungan antara ayat pertama dengan ayat terakhir dalam satu surah. Misalnya surah al-Mu’minuun dimulai dengan:
a. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,” (Q.S. Al-Mu’minuun: 1), Kemudian diakhiri dengan ayat,
b. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (Q.S. Al-Mu’minuun: 117)
4. Hubungan antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam satu surah. Misalnya kata “Muttaqin” di dalam surah Al-Baqarah ayat 2 dijelaskan pada ayat berikutnya mengenai ciri-ciri orang-orang yang bertaqwa.
5. Hubungan antara kalimat lain dalam satu ayat. Misalnya dalam surah al-Fatihah ayat 1 : “Segala Puji Bagi Allah”, lalu dijelaskan pada kalimat berikutnya: “Tuhan semesta alam”.
6. Hubungan antara fashilah dengan isi ayat. Misalnya didalam surat al-Ahzab ayat 25 disebutkan: “Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan“ dan “Dan adalah Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa”.
7. Hubungan antara penutup surah dengan awal surah berikutnya. Misalnya penutup surat al-Waqi’ah: ”Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.” Lalu surah berikutnya, yaitu surah al-Hadiid ayat 1 : “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Source :
1. Ahsin W, Kamus Ilmu Al-Qur’an, Jakarta: Pustaka Amzah, 2005
2. Al-Qathan, Manna Khalil, Studi Ilmu Qur’an, Jakarta: pustaka Islamiyah, 1998
3. Hasbi, Muhammad, Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, Semarang: Pustaka rizki Putra, 2002
4. Shihab, Quraish, dkk, Sejarah dan Ulumul Qur’an, Jakarta: Pustaka Firdaus,2001
Image and video hosting by TinyPic

Kamis, 12 November 2009

Mukjizat Al Qur'an, Kitab Umat Muslim

Mukjizat artinya sesuatu yang luar biasa yang bertentangan dengan adat, atau keluar dari batas-batas faktor yang telah diketahui. Manusia tidak kuasa membuatnya karena hal ini adalah diluar kesanggupannya. Mukjizat diberikan kepada nabi-nabi untuk menguatkan kenabian dan kerasulannya dan meyakinkan bahwa agama yang dibawanya bukan dibuat sendiri, melainkan benar-benar dari Allah. Maksud bahwa Al-Qur’an sebagai mukjizat adalah menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah haq.

Sifat kemukjizatan itu tidak bisa dibuktikan kecuali apabila tiga faktor telah dipenuhi, yaitu :

1.Adanya tantangan (ajakan bertanding atau berlomba)
Dalam sejarah, Al-qur’an telah menantang orang-orang Arab (khususnya) dan semua manusia umumnya, karena Al-qur’an yang besar ini dibawa oleh seorang nabi yang ummi, yang tidak bisa membaca dan menulis, tidak pernah belajar atau mendapat ilmu dari sekolah atau seorang ulama yang pandai dan menonjol dalam berbagai segi kebudayaan dan pengetahuan. Ia datang dengan membawa kitab yang agung dengan maksud menandingi kaum jahiliah pada waktu itu sekalipun mereka adalah pemimpin-pemimpin sastrawan, Nabi Muhammad mengajak mereka umtuk menandingi Al-Qur’an dengan susunan kalimat yang kuat dan gaya bahasa yang mempesona yang bisa menggetarkan semangat serta mendorong untuk ikut berlomba.

Al-Qur’an mempersilahkan mereka untuk bertanding dengan membuat sepuluh surat yang sama, kemudian dengan satu surat saja, namun mereka bungkam tidak bisa bicara satu pun. Karena itu Al-Qur’an mencatat satu kemenangan dengan mengalahkan mereka dan tetap tegaklah Al-qur’an sebagai mukjizat Muhammad yang diturunkan dari Allah.

Macam-macam ajakan bertanding yang terdapat dalam Al-Qur’anul Karim ada dua macam, yaitu :
a.Ajakan bertanding secara umum.
Ajakan ini disediakan untuk semua golongan seperti yang didengungkan ayat ini : “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (Q.S. Al Israa: 88)
b. Ajakan bertanding secara khusus.
Ajakan bertanding khusus ini ada dua macam :
- Yang bersifat kully (keseluruhan), yaitu ajakan bertanding dengan seluruh Al-Qur’an mengenai hukum-hukumnya, keindahanya, balaghohnya dan kejelasannya.
- Yang bersifat juz’i (bagian), yaitu ajakan bertanding dengan semisal satu surat Al-Qur’an, walaupun dari surat yang pendek seperti surat Al-Kautsar.

2. Dorongan menangkis tantangan
Faktor kedua, yaitu adanya pendorong untuk bertanding di kalangan orang-orang Arab, karena Nabi saw, datang kepada mereka dengan membawa agama baru yang dapat menghancurkan agama mereka, menganggap bodoh pikirannya, menundukan tuhan dan patung-patungnya serta menjadikan mereka bahan tertawaan diantara manusia.

Al-Qur’an mengajak mereka mengikutinya dan meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dalam Al-Qur’an mereka disuruh oleh Rasul untuk mendatangkan yang semisal Al-Qur’an agar ketika melihat keindahan dan kerapiannya, serta ketegasan dalam berbahasa, hal itu lebih berguna bagi mereka, daripada perang yang mereka rasakan akibatnya, dan mereka alami pahit getirnya sehingga mereka menelan lebih baik memilih tusukan tombak dan lemparan panah daripada ikut perlombaan.

Qadhi Al-Bakilani Rahimahullah berkata: “Bagaimana mungkin mereka bisa menandingi Al-Qur’an dengan mudah, padahal itu akan menghancurkan hujjah Al- Qur’an dan merusak dalillnya serta kedudukannya ? Mereka akan berpaling kepada hal-hal yang biasa mereka kerjakan yang tidak menambah perselisihan dan permusuhan, serta meninggalkan urusan yang remeh. Ini adalah hal yang sulit terjadi dalam adat dan tidak bisa disepakati oleh orang-orang berakal."

3. Hilangnya segala rintangan
Tidak adanya hal yang melarang mereka untuk menandingi Al-Qur’an, karena Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yaitu bahasa mereka, lafazhnya dari huruf-huruf Arab, dan redaksinya memakai uslub orang Arab.

Mereka adalah ahli bahasa dan berdialek dengan jelas, mereka adalah tokoh-tokoh sastra, syair-syairnya telah menunjukan kehebatannya serta pidato-pidatonya dan kata-kata mutiaranya telah mengatakan kepandaian mereka dalam hal itu, disamping mereka telah melewati tingkatan keunggulan dalam bentuk bacaan tegas dan ucapan jelas. Dalam keadaan demikian itu Al-Qur’an menganjurkan mereka untuk meminta pertolongan kepada siapa yang mereka sukai, menyempurnakan kekurangan-kekurangannya kepada ahli-ahli agama, menampilkan beratus ahli sihir dan tukang tenung dan siapa saja yang bisa mereka andalkan dari manusia atau jin, tidak ada halangan bagi mereka sama sekali. Nabi sendiri tidak membatasi forum perdebatan. Masa untuk menentangnya tidak dibatasi, sampai diantara mereka ada yang berkata: "Bahwasanya waktu tidak mencukupi dan tidak ada kelonggaran". Sebagaimana kita ketahui, Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, kenapa mereka beralasan demikian padahal Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa dua puluh tiga tahun, diantara sekumpulan ayat dan yang lainnya masih ada waktu yang luas untuk menentang dan mendatangkan suatu contoh semisal Al-Qur’an andaikata mereka sendiri mampu. Kalau mereka tidak mampu berarti menyatakan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan dari Rabbul Ibad (Allah). Kiranya cukuplah sebagai alasan dan argumentasi.

Bagi kita, bangsa Indonesia pada umumnya tidak mengetahui dan mendalami bahasa Arab, amat sulit untuk menemukan dimana letak izaznya Al-Qur’an, karena mengetahui ketinggian mutu suatu susunan kata-kata tidak akan dapat dipahami kalau kita tidak merasakan keindahan bahasa itu sendiri. Oleh sebab itu cukuplah kalau diketahui bagaimana pengaruh Al-Qur’an terhadap sastrawan-sastrawan penantang Islam dan reaksi mereka terhadap tantangan Al-Qur’an sendiri, karena pengakuan musuh Islam adalah bukti yang nyata atas kebenaran I’jaznya kitab suci Al-Qur’an ini.

Disamping Al-Qur’an ditinjau dari segi bahasa, Al-Qur’an dari segi isinya pun mengandung mukjizat pula, diantaranya :
a. Di dalam Al-Qur’an terdapat berita-berita dan janji-janji mengenai masa yang akan datang, dimana hal itu merupakan hal yang diluar kemampuan manusia untuk mengetahuinya. Adapun ramalan tukang tenung mengenai masa depan hanyalah ramalan yang tidak dapat dijamin kebenarannya. Tetapi semua berita dan janji yang tersebut pada Al-Qur’an adalah benar dan kerap kali menjadi kenyataan.
b. Di dalam Al-Qur’an terdapat pula fakta-fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui manusia di tanah Arab pada waktu itu, tetapi fakta-fakta tersebut dijelaskan dengan tepat dan sekarang dibuktikan kebenarannya.

Melalui uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat yang meliputi segi bahasa dan segi isi, yang mana mukjizat ini akan kekal sepanjang masa karena ia telah dijamin dan dipelihara oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Image and video hosting by TinyPic

Minggu, 30 Agustus 2009

Agama dan Manusia

Tiap-tiap manusia yang lahir ke muka bumi, membawa suatu tabiat dalam jiwanya, yaitu ingin beragama. Yaitu ingin mengabdi dan menyembah kepada sesuatu yang dianggapnya Maha Kuasa. Pembawaan ingin beragama ini memang telah menjadi fitrah kejadian manusia, yang ingin diciptakan oleh yang Maha Kuasa dalam diri manusia.

Selain daripada instink dan pembawaan jiwa, ada lagi hal-hal yang mendorong manusia untuk beragama, yaitu suasana kehidupan di muka bumi ini.

Sebenarnya hidup di muka bumi ini di lingkari oleh bermacam-macam kesulitan dan bahaya, kesulitan dan kesukaran yang tiada diingini oleh manusia, seperti : berbagai musibah, penyakit, kemiskinan, bahaya yang langsung mengenai diri kita seperti tua dan mati, yang tak dapt dihindari oleh siapapun bila dating menimpa dirinya, ataupun bencana alam yang dahsyat, menimpa harta benda, ketentraman jiwa seperti gempa bumi, banjir besar, topan besar di laut maupun di darat, bahaya api, dan sebagainya.

Hal-hal yang dahsyat dan berat-berat itu, biasa menyadarkan manusia akan kelemahan dirinya, berhadapan dengan kodrat yang Maha Hebat. Kesadaran itu menimbulkan keyakinan dalam diri manusia, bahwa dibalik dari semua yang ada ini, di atas dari semua yang kuat dan berkuasa di bumi, ada lagi yang sungguh-sungguh Maha Kuasa, yaitu yang mnejadikan dan menguasai semua yang ada ini, yang menguasai manusia dan seluruh alam.

Image and video hosting by TinyPic
Protected by Copyscape Online Plagiarism Scanner
This Blog Is Protected and Registered.
Do not try to copy without the source.

myfreecopyright.com registered & protected