Tampilkan postingan dengan label Infotainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infotainment. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2016

Ada Apa Dengan Go-Jek

Sudah begitu lama tidak posting, postingan akhir-akhir ini selalu berkaitan dengan otomotif terus. Coba posting yang lain aja deh. Kali ini saya mencoba membahas tentang fenomena Ojek Online (Gojek, Grab, dll). Tapi saya mencoba akan membahas salah satunya yaitu Gojek, bahasan yang akan saya bahas bukan dari sisi customer atau penumpang yang akan saya bahas, tapi dari sisi pengemudi (driver).


Mungkin sudah banyak yang review tentang Gojek. Ada beberapa pertanyaan dari penumpang yang sering kali ditanyakan.

1. Driver Go-Jek jarang bahkan tidak mau mengambil order penumpang di atas 15-25 km
Jarak terjauh para driver Go-Jek dalam mengantar para konsumennya yakni 25 km. Terkadang selagi order, para penumpang selalu kesulitan untuk mendapat driver Go-Jek yang ingin mengantar ketempat tujuan yang diinginkannya. Alasan menolak penumpang yang ingin memakai jasanya untuk berpergian jauh, di akibatkan dengan tarif yang diberikan oleh manajemen Gojek kepada para drivernya terus menurun, sehingga driver menolak mengambil jarak yang jauh. Mereka lebih berpikir, lebih baik mengambil jarak 0-6 km saja, alasan yang mereka anggap cukup logis. Karena perlu diketahui, manajemen Gojek tercatat telah beberapa kali menurunkan komisi para driver. Dengan alasan untuk kesinambungan perusahaan. Sehinggga cukup membuat resah para driver. Apakah keuangan di GoJek sudah menipis? Sehingga komisi para driver terus menurun.

2. Lama menunggu jika ingin order Go-Jek
Para pengguna layanan jasa Go-Jek terkadang sulit bahkan perlu menunggu puluhan menit jika ingin mendapatkan driver yang ingin mengantar mereka ke tempat tujuan. Padahal, banyak dari driver Go-Jek yang mangkal disekitar perkantoran di Jakarta seperti kawasan Senayan City. Apalagi saat prime time. Mungkin alasan yang banyak di pakai oleh driver adalah, macet dan jaraknya cukup jauh.

3. Keuangan yang tidak transparan
Banyak driver yang mengeluhkan tentang cicilan yang tidak transparan yang diberikan manajemen kepada drivernya. Dari cicilan handphone, jaket, dan Helm.

Di mulai dari handphone
Pada poin tersebut diatas tertulis bahwa HP dicicil selama 25 minggu dengan potongan setiap minggunya adalah Rp.20.000 Namun pada kenyataannya sekarang, pemotongan diakukan setiap hari dengan jumlah potongan per hari Rp.8000 jika dikalkulasikan selama 5 hari kerja sebesar Rp. 40.000. Cicilan pun berbeda-beda tergantung jenis handphone nya. Dan itu pun ketika sewaktu training, cicilan dikenakan selama 98x cicilan. Tetapi kenyataannya, banyak yang melebihi dari 98x cicilan tersebut. Dan apabila driver resign, maka handphone harus di kembalikan.

Jaket dan Helm
Kemudian untuk jaket tertulis bahwa Jaket dan Helm merupakan barang yang di pinjamkan oleh perusahaan kepada driver, apabila hilang atau rusak maka driver menggantinya. Namun sekarang ini Gojek sepertinya melanggar perjanjian sendiri dengan memberlakukan cicilan terhadap Helm dan Jaket Gojek. Besaran cicilan kalau tidak salah Rp.9000 per minggu nya. dan apabila resign dari Gojek Jaket dan Helm ini harus dikembalikan meskipun para driver sudah mencicilnya. Sangat bertentangan dengan yang tercantum.


4. Bukanlah "Karya Anak Bangsa" lagi
Gojek sejak kemunculan pertama kalinya, selalu menggembor-gemborkan tagline "Karya Anak Bangsa". Akan tetapi sekarang tagline itu sudah tidak berlaku lagi. Karena baru-baru ini, Gojek merekrut programer programer dari Bollywood. Di dasari aplikasi yang sering error, Gojek malah merekrut dari India. Apakah tidak ada ada programmer yang terbaik di Indonesia ? Terkesan Gojek meremehkan, sehingga programmer India lebih baik dari negeri sendiri. "Banyak programer kita yang ingin bergabung ke Go-Jek karena ingin belajar dari programer India yang kami rekrut," kata Nadiem.

Mungkin itu sedikit permasalahan yang ada, sebenarnya masih banyak permasalahan yang bisa dijabarkan. Mungkin pada artikel selanjutnya. Semoga Gojek bisa berbenah lagi. Dengan mensejahterakan para driver, manajemen, dan konsumen. Kalau seperti ini terus, bukanlah tidak mungkin Gojek akan seperti bom waktu.

Minggu, 05 April 2015

Review Oli Divergent di CB150R. Part 2

Akhirnya kesampean juga melanjutkan artikel yang sebelumnya (bisa dilihat disini), nah setelah Bay-Max di cekokin oli HDEO buatan Pertamina Meditran SX atau MSX, awalnya ane sempat ragu kuat gak nih motor untuk dibawa riding jauh. Tapi mengingat performanya yang cukup meyakinkan, akhirnya meyakinkan diri bahwa ni oli mampu untuk melumasi seluruh mesin hingga bagian yang terkecil

Tepat pada hari Jum’at 3 April 2105, start dari rumah di Bekasi sekitar jam 07.00 WIB (Waktu Indonesia Bikers :-p). Dengan tujuan menjelajahi Jawa Tengah sekalian pulang kampung :-p . Adapun trek yang akan dilalui adalah via Subang-Cirebon-Purbalinga-Wonosobo-Magelang-Yogya dan berakhir di Kebumen, alasan memilih jalur ini dikarenakan ingin mencoba hal baru (biasanya sih kalau ke daerah Jawa Tengah, jalur yang di lalui kalo nggak jalur pantura atau selatan via Bandung).
Rencana Perjalanan

Back to topic, isi bahan bakar dulu di Sh**l samping Mega Mall Bekasi. Nah sepanjang perjalanan Alhamdullilah tidak menemui kendala. Ujian pertama dilalui ketika melewati terminal Cikarang yang jalannya lumayan agak tersendat, mesinpun tidak menunjukan adanya kepanasan yang berarti. Lalu diteruskan arah Cikampek, di sini jalan agak tersendat tapi sama dengan sebelumnya, hal ini mudah diatasi. Sesampainya di daerah Kalijati Subang, di sini motor kembali di beri cobaan untuk kesekian kalinya. Trek yang berliku-liku, naik turun, serta jalan yang tidak mulus mencoba saya untuk tetap antisipasi selama riding. Akhirnya setelah 1,5 – 2 jam berkendara sampai di salah satu SPBU untuk rest sejenak sambil sarapan siomay buatan penduduk lokal. Sambil mengecek si Bay-Max.
Rest @Kalijati Subang, makan somay dulu

Perjalanan lalu dilanjutkan menuju Cirebon via jalur Majalengka. Tepat sebelum shalat jum’at di daerah Indramayu, trouble di motor terjadi juga. Lampu tambahan Cree, copot kacanya hingga jatuh yang mengakibatkan sebagian kacanya retak dan pecah (mungkin karena kendor).
Kaca lampu cree U3 pecah

Setelah selesai shalat Jum’at di daerah Ds. Sanca Indramayu, lalu melanjutkan perjalanan menjuju Cirebon. Sesampainya di daerah Cirebon, cuaca mulai berubah yang awal gerimis hingga hujan lebat. Cuaca tetap bertahan hingga sampai di perbatasan memasuki Purbalingga.
Hujan besar, rest dulu di Pejagan

Rest 1 malam di salah satu teman anggota klub CB150R di Purbalingga. Setelah istirahat, perjalanan dilanjutkan pagi hari, menuju Wonosobo. Perjalanan menuju Wonosobo, dengan menembus bukit dengan trek naik turun berliku-liku cukup mudah diatasi, dengan shifting gear yang cukup empuk. Bahwa pelumas dengan baik melumasi. Sesampainya disana, saya sudah di jemput oleh anggota dari salah dari anggota klub CB150R Wonosobo. Niat ingin mampir ke Dieng, akan tetapi kondisi di sana benar2 macet dan tidak bisa dilalui. Sampai di Wonosobo, gak afdhol kalo gak nyoba Mie Ongklok. Setelah itu cek kembali kondisi motor dan oli apakah mengalami penguapan atau tidak. Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Magelang pukul 13.30, rute pun sama dengan bukit yang berliku2, entah kenapa kinerja motor semakin asyik, gak ada yang nama nya down. Mungkin inilah karakter mesin Honda, semakin panas semakin asyik dan didukung pula oli yang sesuai dengan type mesin DOHC Flat tappet overbore. Sesampainya di Magelang sekitar jam 4 sore, kali ini ketua dari CB150R Magelang yang menyambut dan mengizinkan untuk istirahat di rumahnya. Malampun tiba sudah saatnya saya pamit menuju tujuan selanjutnya “Yogya... Yogya... Yogya...”. Oke, langsung saja, start dari kota Borobudur selepas adzan Isya, baru saja beberapa menit riding, hujan langsung mengguyur. Tepat pula saya bertemu dengan rombongan Komunitas Motor Box Magelang yang akan menuju ke acara anniv salah satu klub motor di kota tersebut. Setelah hujan mereda perjalanan pun dilanjutkan. Jalur lurus pun tersaji, iseng2 betot gas dengan mengurut perlahan, mengingat jalan masih agak basah akibat hujan. Raihan topspeed cuma dapat 126kpj. Sesampainya di Kota Pelajar, kota Gudeg, kota apalah-apalah namanya. Misi benar2 berhasil, gak nyangka perjalanan ± km berhasil dilalui. Motor alhamdulillah tidak menemui trouble yang serius, pelumas juga sanggup melumasi. Saatnya having fun di kota ini, sebelum akhirnya esok pulang ke kampung halaman di Kebumen.

Salah satu suasana di kopdar CB150R Jogja

Setelah bermalam di Yogyakarta, esoknya menuju ke kampung halaman. Tapi rasanya tidak lengkap kalau tidak membeli oleh2 khas dari kota ini. Beberapa panganan seperti bakpia, rasanya cukup untuk mewakili. Perjalananpun kembali dilanjutkan tepat pukul 13.00, cuaca yang sangat terik dan panas sepertinya bakal cukup menguras energi dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 2 jam. Alhamdulillah sepanjang perjalanan tidak menemui kendala apapun, sehingga tepat pukul 15.20 sampai di kampung halaman di Kutowinangun Kebumen.Kondisi motor benar2 dekil habis, efek cuaca dan debu selama perjalanan. Perjalanan yang benar-benar menguras energi baik rider ataupun motor.

Oia dalam hal ini, selama perjalananan dari Bekasi sampai Kebumen, oli benar-benar mampu menunjukan kinerjanya. Tidak ada gejala slip kopling atau apalah apalah. Betotan gas pun, enak apalagi di trek lurus. Shifiting gear ceklak-ceklok tidak ditemui, yang ada hanya smooth. Mesin panas hingga menjalar ke paha juga tidak di temui.
Eksis di depan rumah @Kutowinangun, Kebumen

Rabu, 26 Oktober 2011

All About Marco Simoncelli

Marco Simoncelli (20 Januari 1987 - 23 Oktober 2011) adalah seorang Italia pembalap motor . Dia berkompetisi di Kejuaraan Dunia Jalan Racing selama 10 tahun 2002-2011. Dia mulai di kelas 125cc sebelum pindah ke kelas 250cc pada tahun 2006. Ia memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc dengan Gilera pada tahun 2008. Setelah empat tahun di kelas menengah, ia melangkah ke kelas MotoGP dengan Honda Gresini Tim. Simoncelli meninggal setelah kecelakaan selama Grand Prix Malaysia 2011 di Sepang pada 23 Oktober 2011.

Awal Karir
Simoncelli memulai balapan di tahun 1996 di usia dini dari sembilan di Kejuaraan minimoto Italia. Ia memenangkan Kejuaraan minimoto Italia pada tahun 1999 dan 2000 sementara juga menjadi runner-up di Kejuaraan Eropa 2000 minimoto. Tahun berikutnya, ia melangkah ke Kejuaraan 125cc Italia dan ia berhasil meraih gelar di tahun rookie. Pada tahun 2002, dia berkompetisi dan memenangkan 125cc Kejuaraan Eropa.

125cc (2002-2005)
Setelah kampanye yang sukses 125cc Eropa, pada bulan Agustus 2002, Simoncelli membuat penampilan pertamanya di Grand Prix dengan Matteoni Racing, menggantikan pembalap Ceko Jaroslav Huleš yang melangkah ke kelas 250cc. Simoncelli, mengendarai Aprilia sepeda dengan nomor 37, dikelola untuk menyelesaikan di tempat 27 pada balapan pertamanya di Sirkuit Brno. Dalam perlombaan berikut di Estoril , dia mencetak poin pertama kejuaraan dengan finishing di tempat 13. Namun, ia gagal mencetak poin dalam empat berikutnya ras dan menyelesaikan musim dengan tiga poin dari enam balapan.

Dia melanjutkan dengan Matteoni Racing Team untuk musim penuh pertama di 2003 . Musim itu, ia juga mulai menggunakan nomor ikonik 58 sepeda. Dia berhasil mencetak poin di enam balapan dengan hasil terbaik keempat di Valencia , yang balapan terakhir. Secara keseluruhan, ia mencetak 31 poin dan peringkat 21 di klasemen akhir.

Pada musim 2004 , Simoncelli beralih ke WorldwideRace tim di bawah nama Rauch Bravo, yang juga menjalankan motor Aprilia. Pada balapan kedua musim di Jerez , Simoncelli mencatat pertama pole position. Dalam balapan , yang berada di bawah kondisi basah, Simoncelli berada di tempat kedua saat balapan pemimpin Casey Stoner jatuh keluar dengan tiga lap tersisa, Simoncelli menyerahkan kemenangan pertamanya. Namun, kemenangan itu hanya podium finish untuk musim. Dia berhasil mencetak poin di tujuh balapan lain dengan hasil terbaik dari keenam. Dia berakhir di tempat 11 di klasemen akhir dengan 79 poin.

Simoncelli terus naik untuk WorldwideRace di 2005 , kali ini di bawah bendera Ras Nocable.it. Dalam balapan pembuka di Jerez, ia memenuhi syarat pertama dan kemudian memenangkan perlombaan untuk kemenangan kedua beruntun di Jerez. Meski gagal untuk menambah menang musim, Simoncelli selesai di podium pada lima kesempatan lain. Konsistensi membuatnya mendapatkan 177 poin dan tempat kelima di klasemen akhir

250cc (2006-2009)
Pada 2006 , Simoncelli melangkah ke kelas 250cc, menjadi satu-satunya pembalap dari delapan teratas di kelas 125cc tahun sebelumnya untuk membuat langkah ke atas. [15] [16] Ia bergabung dengan Metis Gilera tim, sebuah produsen sepeda motor Italia yang kembali ke kelas menengah setelah absen panjang. [17] musim pertama-Nya melihat dia menyelesaikan balapan paling ia selesai antara tempat 7 dan 10. Hasil nya terbaik adalah 6 tempat di Grand Prix Cina di Shanghai . Dia berjuang untuk "Rookie of the Year" judul sampai akhir, akhirnya kalah Shuhei Aoyama dengan tujuh poin, menyelesaikan keseluruhan 10.

Pada 2007 ia melanjutkan dengan tim yang sama. Musim adalah serupa dengan yang sebelumnya dan ia kembali 10 di klasemen akhir, tanpa podium.

Dia telah kemenangan pertama 250cc di Grand Prix Italia diadakan di Mugello pada tanggal 1 Juni 2008 di keadaan kontroversial ketika, dengan satu putaran untuk pergi, dia mencondongkan tubuh ke kiri pada lurus panjang, mungkin untuk memblokir dari Héctor Barbera . Barbera lalu menubruknya dan Simoncelli memenangkan perlombaan dengan 3 detik. Barbera beruntung muncul tanpa cedera. Beberapa orang menyerukan sanksi tapi Simoncelli lolos tanpa denda: pada tanggal 7 Juni ia menerima peringatan lisan dari Komisi Keselamatan Penunggang MotoGP.

Pada tanggal 8 Juni 2008 dia ditindaklanjuti kemenangan Italia itu di Catalan Grand Prix setelah menyalip Alvaro Bautista pada lap terakhir setelah Bautista berlari lebar dengan 5 sudut kiri ras. Simoncelli yang diperoleh ketiga GP 250cc kemenangan di Sachsenring di Gran Prix Deutchland pada tanggal 13 Juli 2008 ketika ia mengalahkan Bautista dan Barbera oleh sekitar 2,5 detik. Ia juga memenangkan di kelasnya pada 2008 sepeda motor Grand Prix Australia yang diadakan pada 3-5 Oktober 2008, sempit mengalahkan Bautista.


Pada tanggal 19 Oktober 2008 dia meraih 2008 Kejuaraan Dunia 250cc setelah menyelesaikan 3 di Grand Prix Malaysia di Sepang .

Dia membuat penampilan satu-off untuk Aprilia di World Superbike bundar di Imola pada 2009 . Dia memenuhi syarat pada baris kedua dan merupakan salah satu dari tiga pembalap untuk crash keluar dari perlombaan satu Tosa saat menjalankan kelima, sebelum pertempuran melalui ketiga dalam balapan dua, membuat langkah tegas untuk menyalip rekan setimnya Max Biaggi untuk mendapatkan ke podium.

Pada tanggal 25 Juni 2009, itu menegaskan bahwa Simoncelli akan pindah ke balap kelas utama kejuaraan MotoGP untuk tahun 2010 setelah setuju untuk naik dengan San Carlo Gresini Honda tim.

MotoGP 2010
Simoncelli turun ke awal yang lambat untuk musim 2010 , setelah mengalami dua kecelakaan pengujian pra-musim di Sepang , yang kedua yang retak helmnya. Setelah menyelesaikan kesebelas pada debut, Simoncelli meningkat selama sisa musim ini, menyelesaikan 16 dari dengan 18 poin balapan di perjalanan ke tempat kedelapan di kejuaraan dengan 125 poin. Menyelesaikan yang terbaik adalah tempat keempat di Portugal , hilang podium dengan 0,06 detik untuk Andrea Dovizioso.
2011

Pada musim 2011 , Simoncelli diperkirakan menjadi paket kejutan musim ini. Dia selesai kelima di musim balapan pembuka di Qatar , sebelum jatuh dari memimpin balapan basah di Jerez . Dia diamankan tertinggi nya posisi awal ke titik 2, sebelum jatuh di lap pertama dari Estoril ras. Selama Grand Prix Perancis di Le Mans , Simoncelli bertabrakan dengan Dani Pedrosa saat mereka berjuang untuk kedua. Kecelakaan yang dihasilkan melihat Pedrosa istirahat tulang selangka dan Simoncelli menerima hukuman naik-melalui, akhirnya berakhir di urutan kelima. Simoncelli awalnya menolak disalahkan atas kecelakaan itu, mengklaim ia mengerem lambat normal, dan bahwa dia meninggalkan ruangan Pedrosa. Sebelum perlombaan berikutnya, bagaimanapun, ia menerima bahwa ia harus merenungkan gaya naik.

Simoncelli diminta untuk bertemu dengan arah perlombaan sebelum memulai akhir pekan balapan di Catalonia. Di lintasan, Simoncelli mengamankan MotoGP pertama pole position, 0,016 detik di depan Casey Stoner. Namun, yang miskin mulai melihat dia turun ke urutan ketujuh mengelola hanya untuk memulihkan satu posisi untuk menyelesaikan keenam. Simoncelli meraih podium pertamanya di kelas utama, dengan tempat ketiga di Republik Ceko.

Kematian
Simoncelli meninggal dunia di Sirkuit Internasional Sepang pada tanggal 23 Oktober 2011 karena kecelakaan yang dialaminya saat GP Malaysia 2011. Simoncelli terlibat kecelakaan bersama Colin Edwards dan Valentino Rossi saat berada di posisi keempat pada putaran kedua. Simoncelli terjatuh ketika sedang berbelok di tikungan ke-11 Sirkuit Sepang dan tertabrak oleh motor Edwards. Edwards juga terjatuh namun hanya mengalami patah tulang bahu, sementara Simoncelli berbaring diam di lintasan sesaat setelah kecelakaan dengan helmnya terlepas dalam insiden itu. Sementara itu, Rossi hanya sedikit kehilangan keseimbangan dan dapat melaju pelan ke pit-stop. Setelah insiden tersebut, perlombaan dihentikan dan Simoncelli langsung dibawa ke pusat medis Sirkuit Sepang. Pada pukul 16.56 waktu setempat, Simoncelli dinyatakan meninggal dunia karena luka serius yang dideritanya. Kemudian, dalam jumpa pers direksi balapan MotoGP, kepala medis, Michele Macchiagodena, menyatakan bahwa Simoncelli mengalami “trauma serius di kepala, leher, dan dada,” dan sempat diberi perawatan CPR selama 45 menit sebelum akhirnya meninggal.





CIAO MARCO "SIC" SIMONCELLI
Image and video hosting by TinyPic

Senin, 24 Oktober 2011

Profil Band : D'Masiv

d'Masiv merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jakarta. Anggotanya 5 orang yaitu Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitaris), Nurul Damar Ramadan (gitaris), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum). Nama d'Masiv belakangan disejajarkan dengan band-band "papan atas" Indonesia seperti Ungu, Nidji, atau Peterpan karena popularitas lagu-lagu mereka.



Sejarah
d'Masiv pertama kali dibentuk pada 3 Maret 2003. Nama d'Masiv sendiri berasal dari kata dalam bahasa Inggris "massive" sebagai semacam pengharapan agar bisa meraih hasil sebaik mungkin di kancah musik nasional. Nama mereka mulai melambung setelah berhasil memenangkan kompetisi musik A Mild Live Wanted pada tahun 2007. d'Masiv akhirnya merilis album pertama mereka berjudul "Perubahan" pada tahun 2008 dengan lagu "Cinta Ini Membunuhku" sebagai lagu andalannya. Lagu ini sangat populer sehingga semakin melambungkan nama mereka di kancah musik nasional. Di akhir tahun 2008, d'Masiv membuat wadah perkumpulan bagi para penggemarnya dengan nama Masiver.
Pada tahun 2009, d'Masiv merilis mini album baru yang berisi 2 buah lagu berjudul "Mohon Ampun Aku" dan "Jangan Menyerah". Menurut Rian, vokalis d'Masiv, proses pembuatan mini album ini sangat singkat dan dirilis untuk menyongsong bulan Ramadan 1430 H yang jatuh menjelang akhir bulan Agustus 2009

Discography
- Menuju Nirwana - (2006)
- Perubahan - (2008)
- Special Edition (mini album) - (2009)
- Perjalanan - (2010)
- Indahnya Bulan Suci (mini album) - (2011)

Kontroversi - Plagiatisme
d'Masiv sempat diberitakan sebagai penjiplak karya musik band lain. Kredibilitas Anugerah Musik Indonesia Ke-12 tahun 2009 pun sempat diragukan hanya karena memasukkan nama band ini sebagai salah satu nominasi peraih penghargaan Artis Pendatang Baru Terbaik. Anggota Dewan Pengarah AMI Seno M. Hardjo bahkan mengatakan pihaknya kecolongan dengan masuknya D’Masiv.

Beberapa dari lagu yang dituduh menjiplak tersebut di antaranya adalah :
- Cinta Ini Membunuhku = I Don't Love You - My Chemical Romance
- Diam Tanpa Kata = Awakening - Switchfoot
- Dan Kamu = Head Over Heels - Switchfoot = (Bonus) d'Masiv feat. Switchfoot
- Cinta Sampai di Sini = Into The Sun - Lifehouse
- Sebelah Mata = The Take Over, The Break's Over - Fall Out Boy + Camisado - Panic! at the Disco (chorus)
- Dilema = Soldier's Poem - Muse
- Tak Pernah Rela = Is It Any Wonder - Keane
- Lukaku = Drive - Incubus
- Merindukanmu = The Man Who Can't Be Moved - The Script
- Di Antara Kalian = Mary Jane - The Click Five
(Lagu-lagu di atas bisa di download sekalian)

Tidak hanya lagu-lagu mereka yang disorot menjiplak hasil karya orang lain. Sampul album pertama d'Masiv yang berjudul "Perubahan" juga dituduh meniru salah satu sampul album dari band Aerosmith (lihat gambar).


Image and video hosting by TinyPic

Senin, 16 Mei 2011

Single Baru L’Arc~en~Ciel, “GOOD LUCK MY WAY”


Akhirnya L'Arc~en~Ciel mengeluarkan single album mereka dalam rangka ulang tahun ke-20 mereka, single album yang berjudul “GOOD LUCK MY WAY”, akan dirilis pada tanggal 29 Juni.

Ini adalah lagu tema untuk film dari anime “FULLMETAL ALCHEMIST Miross no seinaru hoshi”, dan lagu tersebut akan dirilis di Chaku-Uta pre-downloading pada tanggal 25 Mei.

Dari pada bingung dan penasaran dengan lagu mereka, saya berikan link untuk mendownload lagu terbarunya secara free...

Klik di sini download L'Arc~en~Ciel - Good Luck My Way

sumber: http://www.facebook.com/pages/LArc-en-Ciel/139185632806476 tokyohive

Image and video hosting by TinyPic

Jumat, 04 Maret 2011

Download Lagu Udin Sedunia

Udin Sedunia, lagu kocak yang sempat menjadi Trending Topic di dunia Maya. Mungkin sudah banyak yang dengar, akan tetapi yang belum dengar dan penasaran akan lagu tersebut saya berikan lirik lagu beserta downloadnya secara cuma-cuma alias gretong.

Gak usah pake lama, berikut lirik dan download link lagunya.

Udiiiiiin…ada ada ada Udin anta Udin Majenun, ada…adaaaaaa Udin Majenuuuunnnnn…!

Ini lagu tentang sebuah nama..
Kata orang udin nama kampungan
Jadi lagu enak juga didengar
Kalau gak percaya, simak dengan seksama

Udin yang pertama, namanya Awaludin
Udin yang suka di kamar, namanya Kamarudin
Udin yang hidup di jalanan, namanya Jalaludin
Udin penggembala, namanya Sapiudin

Moooooo…


Udin Udin, namamu norak tapi terkenal
Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..

Udin yang sering ke masjid, namanya Alimudin
Udin yang rajin berdoa, namanya Aminudin
Udin yang agak stress, namanya Sarapudin
Udin yang tidak stress, namanya Sadarudin

Udin Udin, namamu norak tapi terkenal
Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..

Udin yang penjual nasi, namanya Nashirudin
Udin yang suka ke WC, namanya Tahirudin
Udin yang suka telepon, namanya Hapipudin
Udin yang jadi teroris, namanya!!!
Noordin M Top!

Udin Udin, namamu norak tapi terkenal
Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..

Udin yang terakhir… namanya Akhirudin…


Download Lagunya di Sini
Image and video hosting by TinyPic

Rabu, 02 Maret 2011

Toei Akan Membuat Film Baru Saint Seiya Dengan Teknologi CG

Untuk menandai 25th anniversary of Masami Kurumada 1986-1990 mythological fantasy manga/anime, Toei Animation sudah mengkonfirmasi pada hari kamis kemarin bahwa perusahaan animasi tersebut akan membuat film saint seiya dengan menggunakan teknologi CG

Sudah banyak pihak yang menduga hal ini, karena di Jum Festa sebuah event acara manga & anime yang diselenggarakan bulan desember 2010, Toei menunjukkan teaser dari film tsb. Untuk teaser dari video yang ditayangkan pada event tersebut sendiri bisa dilihat di official website project film ini di http://www.toei-anim.co.jp/movie/seiya_cg/.

Perilisan film ini tentu saja sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh fans saint seiya di seluruh dunia, mengingat ini salah satu anime legendaris. Banyak orang yang jatuh cinta terhadap anime gara-gara menonton saint seiya
Image and video hosting by TinyPic

Minggu, 15 November 2009

L`Arc en Ciel, One of Greatest Japanese Band



L`Arc en Ciel (Raruku an Shieru, Artinya Pelangi dalam bahasa Prancis) adalah sebuah band rock Jepang, yang dibentuk pada tahun 1991. Grup telah terjual lebih dari 13 juta album, 16 juta single, dan jutaan unit lain, seperti video. Mereka berada di peringkat nomor 58, dalam daftar Top 100 Jepang muncul musisi, yang disediakan oleh HMV Jepang pada tahun 2003. Band ini beranggotakan Hyde (vokal), Ken (gitar), Tetsu (bass), dan Yukihiro (drum). Grup musik ini didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991. Nama "L`Arc en Ciel" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang secara harifiah berarti "lengkungan di langit" atau "pelangi", nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu. Di Jepang saja, band ini telah menjual lebih dari 25 juta kopi album dan singel.

Awal Terbentuk
Osaka, sekitar awal tahun 1991 dua orang anak muda bernama Tetsu dan Hiro membentuk sebuah grup band. Tetsu berperan sebagai bassis berikut vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Pada waktu itu Hyde masih menjadi gitaris di sebuah band bernama Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod dan Hyde berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).

Pada suatu hari Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal di grup band-nya. Maka selama beberapa waktu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya. Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama band Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel, yakni Tetsu (bass sekaligus pemimpin band), Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum).

Nama L’Arc~en~Ciel sendiri diusulkan oleh Tetsu yang terinspirasi oleh sebuah film Perancis yang berjudul sama. L’Arc~en~Ciel diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki arti PELANGI.

Penampilan live pertama mereka yaitu pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan ketika itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.

Pengunduran diri Hiro & masuknya Ken
Pada bulan Juni 1992 tanpa alasan yang jelas, Hiro mengundurkan diri tepat sebelum mereka akan memulai demo rekaman. Setelah berbagai macam persiapan yang telah mereka lakukan sebelumnya untuk rekaman, misalnya mereka telah menyewa studio dan lain sebagainya, tentu akan sangat konyol apabila mereka membatalkannya. Maka Tetsu kemudian membujuk Ken, teman masa kecilnya untuk membantu dalam pembuatan demo. Ken menyanggupinya dan pada waktu itu ia harus menghafal seluruh lagu yang akan dimasukkan ke dalam album dalam waktu yang cukup singkat, yakni 5 hari, akan tetapi ia mampu melakukannya, dan proses rekamanpun akhirnya dapat selesai dalam 3 hari.

Akan tetapi muncul masalah baru, mereka harus manggung, namun Ken pada saat itu masih berstatus mahasiswa jurusan Arsitektur semester akhir di sebuah perguruan tinggi di Nagoya. Tentunya akan sulit melakukan dua kegiatan sekaligus, kuliah dan nge-band. Akhirnya hanya dalam tempo 3 hari saja Ken mengambil satu langkah berani dengan memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliahnya dan bergabung dengan L’Arc~en~Ciel (meskipun pada saat itu ia tidak begitu yakin akan masa depannya di musik). Keputusannya itu tentu saja ditentang habis oleh orang tuanya yang menginginkan ia menjadi seorang sarjana. Akibatnya ia diusir dari rumah dan tidak pernah bertegur sapa lagi dengan orang tuanya.

Pada tanggal 1 Oktober 1992, mereka merekam Voice untuk album Omnibus CD bertajuk “Gimmick”. Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 25 November 1992 mereka merilis single pertamanya yang berjudul Flood of Tears (c/w Yasuoka) sehingga aktivitas panggung mereka bertambah padat dan penggemar pun mulai bertambah.

Masuknya Sakura
Tanggal 30 Desember 1992 lagi-lagi L’Arc~en~Ciel harus kehilangan salah satu anggotanya. Pero mengundurkan diri tepat setelah penampilan live mereka di Osaka Music Hall. Maka kemudian Tetsu mulai mencari drummer pengganti, ia lebih memilih untuk mencarinya di Tokyo, toh pada saat itu ia pikir pada akhirnya mereka akan merantau ke Tokyo.

Pada suatu hari ia melihat penampilan Sakura yang langsung menarik perhatiannya. Kemudian Tetsu mencoba mengajaknya bergabung bersama L’Arc~en~Ciel dengan cara mengirimkan demo tape kepada Sakura. Lantas Sakura pun pergi ke Osaka untuk melakukan jam session bersama mereka. Dan setelah itu ia secara resmi bergabung dengan L’Arc~en~Ciel pada 16 Januari 1993.

Album perdana
Pada tanggal 10 April 1993, album pertama mereka sebagai band indies, yang bertajuk DUNE dirilis dan meraih kesuksesan. Album tersebut berhasil meraih posisi puncak di Oricon Indies Chart (Tangga Lagu Terpopuler di Jepang) pada bulan Mei, dan hanya dalam tempo 3 bulan berhasil terjual sebanyak 20.000 keping CD. Hal tersebut membukakan kesempatan bagi mereka untuk tampil di dalam konser band-band indies “Karei naru masho” yang diadakan di Shibuya Kokaido, yang ketika itu disaksikan oleh sekitar 2000 penonton. Maka popularitas L’Arc~en~Ciel mulai berkembang tidak hanya di Osaka, namun sudah mulai merambah ke Tokyo. Dan pada bulan September 1993 mereka pindah ke Tokyo untuk meningkatkan karier mereka (meskipun Hyde tidak terlalu menyukai gagasan pindah ke Ibukota Jepang tersebut).

Memasuki label musik besar
Video single mereka Nemuri Ni Yosete dirilis pada tanggal 1 Juli 1994, menyusul dua minggu kemudian, yakni pada tanggal 14 Juli 1994 album kedua mereka TIERRA yang merupakan album pertama mereka yang berlabel major. Sekaligus juga menjadi hari pertama tur Sense of Time. Pada tanggal 9 September di tahun yang sama, mereka melawat ke Maroko dalam rangka pembuatan video Siesta ~film of dream~, yang merupakan kali pertama bagi mereka bekerja di luar Jepang, tentunya menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi mereka. Film tersebut dirilis pada akhir tahun tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober 1994, single pertama mereka dengan Sony dirilis, dengan judul Blurry Eyes. Lagu ini dijadikan lagu tema untuk salah satu produksi serial animasi Jepang yang berjudul D.N.A^2. Kemudian pada tanggal 1 Desember di tahun tersebut Fans Klub Resmi L’Arc~en~Ciel, “CIEL” didirikan. Lalu pada awal tahun 1995, mereka mengadakan tur khusus bagi para anggota fans klub yang diberi judul Ciel/winter ‘95.

Tanggal 21 Mei 1995 merupakan tanggal di mana single video berjudul and She Said dirilis dan merupakan hari pertama dari rangkaian tur di 19 kota di Jepang yang bertajuk In Club ‘95. Dan pada 6 Juli, single kedua mereka yang berjudul Vivid Colors dirilis. Lagu tersebut menjadi lagu ending Guru Guru 99, dan side B dari lagu tersebut, Brilliant Years dijadikan lagu ending untuk acara “Shin dora” di Nippon-TV (NTV).

Heavenly
Album ketiga mereka, HEAVENLY dirilis pada tanggal 1 September 1995. Pertama kalinya album mereka masuk ke Oricon Chart (major label band) langsung di posisi ketiga. Dalam album ini sepertinya terjadi perubahan warna musik mereka dibandingkan dengan dua album sebelumnya (bisa dikatakan bahwa musikalitas mereka menjadi semakin matang). Seperti yang diungkapkan Tetsu bahwa mereka mencoba sesuatu yang berbeda dan baru dalam musik mereka.

Tur Heavenly ‘95 dimulai pada tanggal 9 September 1995, tiket untuk pertunjukkan mereka habis (full house) dalam 9 hari sejak peredarannya, bahkan pada hari terakhir tur tersebut tiket terjual habis hanya dalam tempo 28 menit saja! Pada tanggal 22 di bulan yang sama merupakan penampilan perdana mereka di Music Station, sebuah acara pertunjukkan musik nomor wahid di Jepang. Selanjutnya pada tanggal 21 Oktober 1995 single ketiga berjudul Natsu no Yuutsu dirilis. Lagu tersebut digunakan sebagai tema ending untuk acara Televisi-TBS bernama “M-Navi”.

Tanggal 27 Desember mereka mengadakan konser di Nippon Budokan, merupakan tempat yang diidam-idamkan para musisi Jepang untuk dapat tampil di sana.

Di awal tahun 1996 video live pertama L’Arc~en~Ciel, Heavenly ~films~ dirilis bersama 2 buah album foto, yakni “Heavenly X’mas” dan “Heavenly ~films~”. Pada bulan April mereka memulai tur Kiss Me Deadly ‘96. Pada saat itu fans dari kalangan cowok semakin bertambah, yang mana pada mulanya mereka lebih banyak disukai oleh para cewek. Hal tersebut tentu saja semakin meningkatkan kepercayaan diri mereka.

True
Single keempat mereka Kaze ni Kienaide (c/w I’m So Happy) yang dirilis pada tanggal 8 Juli 1996 berhasil menempati posisi keempat pada minggu pertamanya di Oricon Chart. Pada akhir bulan yang sama tur musim panas Big City Nights Round Around ‘96 dimulai, diadakan di tiga kota besar di Jepang, yakni Nagoya, Osaka, dan Tokyo.

September tanggal 20, mereka meluncurkan sebuah buku dokumentasi Artist Fact “IS” yang berisikan informasi dan fakta seputar L’Arc~en~Ciel yang disajikan secara lengkap.

Pada bulan Oktober, single kelima mereka Flower (c/w Sayonara) dirilis dan langsung mengisi posisi kelima pada minggu pertamanya di Oricon Chart. Disusul kemudian dengan single keenam mereka Lies and Truth (c/w Sai wa Nagerareta) yang langsung menempati posisi keenam di minggu pertamanya di Oricon Chart.

Tanggal 12 Desember, album keempat mereka TRUE dirilis. Merupakan album tersukses mereka selama lima tahun terakhir karier mereka, sebab pada minggu pertamanya album tersebut berhasil meraih posisi runner-up di Oricon Chart, dan pada minggu keenamnya berhasil menduduki posisi jawara. Album ini bertahan selama 9 minggu dalam daftar 10 besar di Oricon Chart. Tanggal 23 mereka memulai tur mereka yang bertajuk Carnival of True menggelar 10 konser di berbagai penjuru Jepang, diawali di Osaka Jyo Hall.

Keluarnya Sakura
Bulan April 1997 akan selalu tercatat dalam sejarah perjalanan karier L’Arc~en~Ciel sebagai masa-masa mimpi buruk. Bagaimana tidak, di tengah kegemilangan yang berhasil dicapai oleh mereka, Sakura, dengan terpaksa harus meninggalkan rekan-rekannya di L’Arc~en~Ciel setelah selama kurang lebih lima tahun bersama-sama merintis kesuksesan di pentas musik Jepang khususnya. Ia mesti rela didepak dari posisinya sebagai drummer L’Arc~en~Ciel setelah terkait dengan kasus kepemilikan serta penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Peristiwa tersebut berimbas pada pembatalan seluruh aktivitas Laruku seperti peluncuran single mereka The Fourth Avenue Cafe dan tur yang telah dijadwalkan. Bahkan semua merchandise mereka ditarik dari pasaran!

Meskipun rekan-rekan Sakura di Laruku tidak menginginkannya pergi, namun atas kehendak perusahaan rekaman dan produser, ia sejak bulan April mundur dari Laruku. “Aku sangat menyesal, aku telah melakukan hal yang sangat bodoh, dan tak pantas untuk dimaafkan. Aku tidak berhak lagi untuk tetap berada di dalam band, semua ini salahku. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi L’Arc~en~CIel, aku berharap agar mereka tetap berjuang dan semoga semakin sukses di masa mendatang”, itulah kata-kata perpisahan yang diucapkan oleh Sakura ketika ia meninggalkan Laruku.

Yang paling terpukul dalam peristiwa ini adalah Hyde, sebab di antara rekan-rekannya yang lain ia dan Sakura merupakan sahabat yang paling dekat. Maka sejak insiden tersebut, anggota Laruku tinggal tersisa tiga orang.

Masuknya Yukihiro
Setelah kepergian Sakura, Tetsu segera mencari drummer pengganti. Suatu ketika ia mendengar Yukihiro, eks-Zi:Kill dan Die in Cries yang keduanya telah disbanded atau membubarkan diri. Tetsu tertarik dengan permainan drumnya, maka selanjutnya disusunlah rencana pendekatan oleh Tetsu. Menurut kabar yang beredar, Tetsu dan Yukihiro berkenalan lewat game Evangelion, di mana Tetsu meminta Yukihiro untuk mengajarinya permainan tersebut. Lantas Tetsu berbicara dengan Yukihiro mengenai peristiwa menyedihkan yang menimpa grup bandnya. Bak gayung bersambut, Yukihiro menawarkan bantuannya kepada Tetsu untuk proses rekaman Niji.

Akhirnya single ketujuh L’Arc~en~Ciel yang berjudul Niji—bahasa Jepang, yang memiliki arti yang sama dengan L’Arc~en~Ciel, yaitu Pelangi—dirilis pada tanggal 17 Oktober 1997. Single ini mampu menerobos posisi 3 di Oricon Chart pada minggu pertamanya. Berkaitan dengan judulnya, Hyde mengatakan bahwa judul lagu tersebut menggambarkan perjalanan karier mereka yang pada awalnya banyak dikhawatirkan orang akan segera berakhir karena masa-masa yang sangat buruk, akan tetapi kemudian mereka muncul kembali, bagaikan keindahan pelangi yang muncul di langit setelah gelapnya hujan. Dan lagu tersebut menjadi soundtrack Rurouni Kenshin (Samurai X) the movie.

Selama kurun waktu 1997, di Laruku, Yukihiro berperan sebagai additional player. Hingga pada 1 Januari 1998 ia secara resmi menjadi personil tetap L’Arc~en~Ciel.

Kelahiran kembali
L’Arc~en~Ciel muncul kembali secara resmi sejak tanggal 13 Desember 1997 dengan menggelar konser berjudul Reincarnation yang digelar di Tokyo Dome. Pada saat itu Laruku terdiri dari tiga orang personil resmi, yaitu Hyde (vokal), Tetsu (bass), Ken (gitar) dan satu personil tambahan (additional player/supported player) di posisi drummer, yakni Yukihiro.

Baru pada tanggal 1 Januari 1998, Yukihiro secara ofisial bergabung dengan L’Arc~en~Ciel menggantikan Sakura yang telah resmi keluar dari Laruku sejak 4 November 1997. Meskipun demikian, masuknya Yukihiro ke L’Arc~en~Ciel menciptakan suatu polemik di kalangan fans mereka, ada yang pro dengan kedatangan Yukihiro ada juga yang kontra. Memang cukup wajar seandainya masih banyak fans yang belum bisa menerima kepergian Sakura, sebab bagaimanapun juga Sakura telah menjadi bagian dari Laruku selama lima tahun yang bisa dikatakan tidak sebentar, bahkan ia turut mewarnai musik L’Arc~en~Ciel dengan style drumnya.

Akan tetapi ada satu hal yang patut dicatat, bahwa semenjak pergantian personel dari Sakura ke Yukihiro, terjadi transformasi image dari L’Arc-en-Ciel, yang semula penampilan mereka lebih bercorak visual yang kecewek-cewekan, secara bertahap berubah menjadi lebih maskulin.

Brilliant Year
"A Piece of Reincarnation, menjadi salah satu bukti kebangkitan kembali L’Arc~en~Ciel di percaturan musik Jepang."

Setelah insiden yang mencoreng wajah L’Arc~en~Ciel pada tahun 1997 dan pergantian personil pada awal 1998 tidak berarti mereka kehilangan penggemarnya, hal itu dibuktikan dengan habisnya 56.000 lembar tiket konser Reincarnation dalam rentang waktu hanya 4 menit! Bahkan menginjak tahun 1998 karier mereka semakin menanjak. Bisa dibilang bahwa tahun 1998 merupakan masa keemasan Laruku, di mana pada tahun tersebut hampir semua single dan album yang mereka rilis berhasil meraih kesuksesan dan berbagai penghargaan. Mereka adalah artis paling sibuk pada saat itu.

Diawali pada akhir bulan Januari dengan meluncurkan single ke delapan mereka berjudul Winter Fall yang menjadi single pertama mereka yang mampu menduduki posisi jawara di Oricon Chart. Pada tanggal 25 Februari 1998 album kelima L’Arc~en~Ciel, HEART diluncurkan, hebatnya album ini selain mampu mencapai posisi puncak Oricon Chart, angka penjualannya pun mencapai 1 juta kopi dalam minggu pertamanya! Tanggal 25 Maret, single ke sembilan Dive to Blue dirilis dan berhasil pula menapaki posisi pertama di Oricon Chart. Selanjutnya pada tanggal 22 April, video A Piece of Reincarnation diluncurkan dan lagi-lagi menjadi nomor satu di Oricon Chart selama dua minggu berturut-turut.

Tanggal 1 Mei 1998, tur Heart ni hi wo tsukero! -Light My Fire- dimulai dan berakhir tanggal 21 November, merupakan tur terpanjang L’Arc~en~Ciel dengan 56 penampilan di 43 kota berbeda di seluruh penjuru Jepang.

Tanggal 8 Juli 1998, mereka mencatatkan diri dalam sejarah musik Jepang sebagai musisi pertama yang merilis 3 buah single secara bersamaan sekaligus, yakni Honey, Shinshoku~LoseControl~, dan Kasou. Bahkan ketiganya mampu mencetak angka penjualan sebanyak 1.000.000 kopi dalam waktu singkat. Lebih hebat lagi, pada tanggal 27 Juli, Honey dan Shinshoku~lose control~ secara berurutan menempati posisi satu dan dua di Oricon Chart. Patut diketahui juga bahwa lagu Shinshoku~lose control~ merupakan salah satu original soundtrack untuk film GODZILLA yang terkompilasi dalam album OST. Godzilla khusus untuk Asia saja.

Setelah menyelesaikan tur Light My Fire, Laruku kembali merilis dua buah single, yakni Snow Drop pada tanggal 7 November dan Forbidden Lover tepat seminggu kemudian. Melalui dua single ini, lagi-lagi Laruku mencatatkan diri dalam sejarah musik Jepang sebagai musisi pertama di Jepang yang dua singlenya berhasil mencapai posisi pertama dan kedua dalam waktu bersamaan sebanyak dua kali, karena pada tanggal 26 November, Forbidden Lover berada di puncak dan Snow Drop mengikuti di posisi runner-up . Awal Desember, mereka meluncurkan benda-benda koleksi resmi L’Arc~en~Ciel seri pertama di seluruh Jepang. Kegiatan terakhir L'Arc~en~Ciel di tahun 1998 adalah peluncuran video konser Light My Fire pada tanggal 23 Desember.

Real
Tahun 2000 mereka awali dengan merilis double maxi single Neo Universe/finale pada tanggal 19 Januari, disusul kemudian Stay Away. Tanggal 20 Juni, album ECTOMORPHED WORK dirilis. Album tersebut berisikan beberapa lagu L’Arc~en~Ciel sebelumnya yang telah di-remix oleh Yukihiro (sangat menarik!) dan album selanjutnya REAL pada tanggal 20 Agustus 2000.

Tur konser Realive digelar dari bulan Oktober hingga Desember yang terbagi dalam dua sesi, yang pertama Realive Club Circuit 2000 dan yang kedua Realive Dome Tour 2000. Bedanya, pada sesi yang pertama, konser diadakan di tempat-tempat semacam klub yang hanya mampu menampung sedikit audiens dengan panggung yang relatif kecil. Sedangkan pada sesi kedua, layaknya konser-konser L’Arc~en~Ciel terdahulu, dengan penonton yang banyak dan panggung yang besar.

Memasuki tahun 2001, mereka merilis album Clicked Singles Best 13th pada tanggal 14 Maret yang merupakan kumpulan lagu-lagu terbaik L’Arc~en~Ciel berdasarkan hasil pemungutan suara (voting) yang dilakukan oleh jutaan fansnya di seluruh penjuru dunia melalui internet, plus satu single baru Anemone. Dan yang terakhir di tahun tersebut adalah peluncuran single mereka Spirit Dreams Inside (c/w Spirit Dreams Inside-another dream-) pada tanggal 9 Mei 2001 yang juga merupakan soundtrack-nya Final Fantasy The Movie (Spirits Within) dan juga termasuk ke dalam album soundtrack FF The Movie.

Setelah itu mereka mulai sibuk dengan proyek solo masing-masing. Kita dapat melihat karakter musik yang berbeda-beda dari masing-masing personil L’Arc~en~Ciel.

Solo karir masing-masing personel
Diawali oleh Tetsu yang membentuk band bernama TETSU69, pada tanggal 18 Juli 2001 menelurkan single pertamanya yang berjudul wonderful world (c/w tightrope). Disusul Shinkirou dan Fifteen a Half pada pertengahan tahun 2002. Single terakhirnya sebelum meluncurkan album perdananya yang berjudul Suite November adalah WHITE OUT.

Yukihiro tak mau ketinggalan, bersama band bentukannya Acid Android ia telah merilis dua album, acid android dan fault selain sebuah single yang berjudul ring the noise yang dijadikan soundtrack sebuah Game yang berjudul Devil May Cry.

Hyde, sang vokalis, dianggap sebagai personel Laruku yang paling sukses dalam bersolo karir. Dimulai dengan peluncuran single pertamanya berjudul evergreen, ia kemudian merilis dua single lainnya, yakni angel’s tale dan Shallow Sleep yang selanjutnya dikompilasikan dalam album yang diberi judul Roentgen dan Roentgen~english ensemble~. Belum puas juga, ia kembali melemparkan dua single Hello dan HORIZON berturut-turut pada Juni dan November 2003. Selanjutnya kedua single tersebut dapat kita temukan dalam album kedua Hyde yang berjudul 666. Tak hanya di musik, Hyde pun berhasil merambah layar lebar. Sejauh ini sudah dua judul film ia bintangi, yakni MoonChild dan Kagen no Tsuki~Last Quarter.

Ken yang mulanya adem-adem saja akhirnya tersulut juga untuk melakukan kerja solo. Ia membentuk sebuah band yang dinamakannya Sons of All Pussys atau sering disingkat menjadi S.O.A.P. Yang menarik, dalam band tersebut, Ken kembali reuni-an dengan Sakura, eks-drummer L’Arc~en~Ciel. Bersama S.O.A.P, dari sejak Februari 2002 hingga Juli 2004, ia sudah mengeluarkan tiga mini album, di antaranya GRACE, gimme A guitar, dan high serta sebuah single yang judulnya Paradise.

Kembalinya L'Arc~en~Ciel & debut konser di AS
Setelah vakum selama tiga tahun dengan spekulasi tentang kemungkinan bubarnya band ini, L’Arc~en~Ciel mengejutkan fans mereka dengan mengumumkan sebuah seri dari tujuh konser yang diberi judul Shibuya Seven Days, yang diikuti dengan perilisan single baru mereka. Berada di peringkat atas tangga lagu dan dipakai sebagai lagu pembuka animasi Fullmetal Alchemist, READY STEADY GO dijual di bulan Februari 2004. Mengikuti perilisan single berikutnya, L’Arc~en~Ciel kemudian merilis album yang banyak ditunggu-tunggu, SMILE, pada tanggal 31 Maret.

Tanggal 31 July 2004 L’Arc~en~Ciel hadir sebagai bintang tamu di hadapan 12,000 orang penonton pada acara konvensi anime Otakon yag diadakan di Baltimore, Maryland. Ini merupakan penampilan pertama band ini di USA. Melihat respons yang luar biasa dari para fans, Tofu Records, label Sony Music Jepang di Amerika menandatangani kontrak dengan band ini di bulan Mei 2005 dan merilis sebuah DVD untuk debut live mereka di Amerika Utara.

Mengikuti dirilisnya beberapa single dan sebuah album baru, AWAKE di 2005, band ini kemudian mengadakan tur Jepang sebelum memulai tur ASIA LIVE 2005, yang membawa band ini ke Seoul di Korea dan Shanghai di Cina. Sebelu kembali ke Tokyo untuk dua pertunjukan utama.

Setelah menutup tur mereka, perhatian para anggota band ini kembali terfokus pada kegiatan kegiatan solo mereka. tetsu merekam beberapa single dan sebuah album dengan Creature Creature. Serta merilis sebuah single atas nama dirinya sendiri. Sementara yukihiro kembali pada acid android dan merilis sebuah single. Kemudian ia beserta acid android menyertai MUCC dalam dua petunjukan di Shanghai. hyde menggubah lagu Glamorous Sky untuk film yang diangkat dari manga NANA dan dinyanyikan oleh Mika Nakashima. Ia juga merilis dua single dan album lain berjudul FAITH, yang membawanya dalam tur panjang di Jepang serta mengadakan pertunjukan di California. Terakhir dalam masa vakum band ini, ken merilis sebuah single solo, Speed.

Pada tanggal 25 November dan 26th, 2006, L'Arc-en-Ciel menggelar dua konser di Tokyo Dome, untuk merayakan ulang tahun mereka ke 15. Berjudul L'Anniversary. Tiket tersebut terjual hanya dalam kurun waktu 2 menit , mengalahkan rekor penjualan tiket mereka sebelumnya.Sebuah jajak pendapat telah dibuat pada website resmi selama seminggu sebelum konser yang mengizinkan para fans untuk memilih lagu yang mereka ingin dengar di acara itu.Konser tersebut kemudian ditampilkan pada saluran WOWOW pada 23 Desember 2006. Dan juga disiarkan pada 8 Februari 2007 di MTV Korea.

L'Arc-en-Ciel kemudian merekam lagu "Shine" yang akan digunakan sebagai lagu pembuka untuk anime yang akan disiarkan di NHK, Guardian of the Spirit.Mereka Menggelar Mata Heart Ni Hi Wo Tsukero 2007 Tour di Jepang.L'Arc-en-Ciel merilis single Seventh Heaven pada 30 Mei 2007, yang menjadi posisi teratas di Oricon charts.Lagu My Heart draws a Dream, yang digunakan dalam iklan mobil Subaru, dirilis 29 Agustus, 2007, dan lagu tersebut langsung menempati tangga teratas pada Oricon charts.Lagu Daybreak's Bell yang dirilis pada 10 Oktober 2007,digunakan sebagai Soundtrack pembuka untuk anime Mobile Suit Gundam 00.dan kembali menduduki peringkat teratas dalam Oricon Charts.Sejak dari 14 November ke 25 Desember 2007, dirilislah Hurry Xmas, bersamaan dengan dua DVD baru yang keluar pada bulan September dan Desember, yang berjudul 15th L'Anniversary Live and Chronicle 3 respectively.Album terbaru mereka Kiss, dirilis pada 21 November 2007, menduduki tangga lagu pertama di posisi nomor satu di Oricon chart.

L'Arc~en~Ciel mengadakan tur yang bernama "Theater of Kiss Tour".yang diselenggarakan pada 22 Desember 2007 sampai 17 Februari 2008.lagu Drink it Down,digunakan sebagai lagu pembuka versi Jepang untuk game PS3/Xbox 360 Devil May Cry 4.telah dirilis sebagai single pada 2 April 2008, dan menduduki tempat teratas di Oricon weekly charts.

Source :
1. L`Arc en Ciel Official Website
2. Wikipedia
3. Top 100 Japanese pops Artists - No.58

Image and video hosting by TinyPic

Kamis, 12 November 2009

Mau masuk Dufan 50 % ?

Tak terasa, tahun 2009 akan segera berakhir. Mungkin bagi yang bingung ingin menghabiskan akhir pekannya. Saya kasih informasi yang bagus dan bermanfaat.

Woro-woro... Ada kupon diskon dufan nih. Jarang-jarang dapat kupon diskon 50% via Internet. Mungkin salah satu nya ada di blog ini, Bayu Aditya's Blog. Hehehe.. Promosi sekali-kali...Kupon diskon sampai 50% untuk Dunia Fantasi spesial akhir tahun 2009. Kupon diskon Dufan ini berlaku dari tanggal 11 November - 11 Desember 2009. So, buat yang pengen jalan-jalan kesana, sama doi, mantan, atau selingkuhan, tapi kantongnya lagi tongpes atau duit tinggal dikit. Saya kasih solusinya nih.. Enak dong manteb dong...Cuma disini... Saya mau masuk Surga, maka nya bagi-bagi rezeki

Cara menggunakan kupon diskon harga khusus ini gampang kok. Tinggal save aja gambarnya, terus diprint atau di perbanyak (difotocopy), nanti tinggal diserahin di loket masuk Dunia Fantasi di Taman Impian Jaya Ancol. Takut ilegal? Baca aja di flyernya. Boleh di perbanyak asal jangan rombongan, mungkin 1 erte atau 1 erwe gitu? Harga tiket masuk untuk hari Senin - Jumat dari Rp 90.000, 50%nya jadi Rp 45ribu. Sementara untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur, dari Rp 120.000 kini jadi Rp 60.000,- saja.

Download langsung flyer untuk diskon masuk Dufan di bawah ini :
Image and video hosting by TinyPic

Atau klik di sini Flyer Dufan 50%

Diklik dulu gambarnya buat diperbesar, (klik kanan, lalu save picture as atau klik kanan simpan gambar dengan nama...) baru disave terus diprint. Bisa diperbanyak juga alias difotocopy. Tapi gak berlaku untuk rombongan, jadi kalo mau masuk satu-satu aja. Jangan sekaligus rame-rame(perasaan tadi udah di jelasin?). Kalau mau ke sana, ajak-ajak saya ya...

Image and video hosting by TinyPic

Print this page
Protected by Copyscape Online Plagiarism Scanner
This Blog Is Protected and Registered.
Do not try to copy without the source.

myfreecopyright.com registered & protected